Users  

   

Hobi  

   

Statistik  

Visitors
215
Articles
59
Articles View Hits
384928
   

User Online  

We have 60 guests and no members online

   

Pengetahuan Dasar Visual Basic 6.0

Details

 

 

Visual Basic 6.0 (VB 6) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang dibuat oleh Microsoft yang bisa digunakan untuk pembuatan program aplikasi. Visual Basic merupakan pengembangan dari bahasa BASIC (Beginners All-purpose Simbolic Instructions Code), Sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan Visual Basic, perancangan sebuah program akan lebih mudah dan menyenangkan karena didukung oleh komponen – komponen pelengkap yang memiliki standart windows.

 

 

3.2.1        Komponen – komponen Visual Basic

Pada gambar dibawah ini diperlihatkan ruang kerja Visual Basic 6.0 memiliki komponen–komponen utama yaitu,

 

Gambar 3.2 Tampilan visual basic 6.0

 

1.      Tittle Bar, Menunjukkan nama project (program aplikasi yang sedang kita buat)

2.      Menu Bar, berisi menu–menu utama yang dimiliki Visual Basic 6.0 dan pada masing–masing menu terdapat sub–sub menu yang lebih spesifik.

3.      Form, tempat untuk merancang aplikasi yang sedang kita buat. ibarat kanvas untuk melukis.

4.      Project Eksplorer Windows, Jendela untuk menampilkan project–project, form-form, atau modul–modul yang terlihat dalam pembuatan aplikasi.

5.      Properti Windows, Jendela untuk menampilkan dan mengubah properti – properti yang dimiliki oleh sebuah object.

6.      Toolbox, terdiri dari beberapa Class objek (alat) yang digunakan untuk pembuatan aplikasi.

7.      Code Windows, adalah jendela yang digunakan untuk menampilkan atau mengetikan kode program.

8.      Form Layout Windows, adalah jendela yang menunjukkan posisi relative Form terhadap layar monitor pada saat program dijalankan.

9.      Object Browser Windows, adalah sebuah jendela yang digunakan untuk melihat object – object yang terlibat dalam pembuatan aplikasi.pada jendela ini kita bisa melihat metode, Even atau properti yang dimiliki oleh sebuah Object. Untuk menampilkan sebuah Object Browser Windows  dapat ddlakukan dengan cara pada menu bar klik View > Object Browser.

10.  Immediate Windows adalah sebuah jendela yang digunakan untuk melihat dan memeriksa ekspresi secara langsung. (View > Immediate Window).

11.  Local windows dan Watch windows, biasa digunakan dalam proses Debug Program untuk melihat perubahan nilai suatu variabel untuk mengetahui letak kesalahan kode program.

12.  Event, adalah sebuah peristiwa atau kejadian yang merupakan hasil interaksi dari perintah yang diterima oleh objek.

13.  Prefiks, adalah awalan yang ditambahkan untuk menamai sebuah objek kontrol, biasanya merupakan penyingkatan tiga huruf dari objek acuan. Prefiks sangat dianjurkan untuk memudahkan pembacaan kode program.

 

 

Contoh Prefiks:

 

Objek

Prefiks

Objek

Prefiks

ChekBox

Chk

VScrollBar

Vsb

ComboBox

Cbo

Image

Img

CommandButton

Cmd

PictureBox

Pic

CommonDialog

Dlg

RichTextBox

Rtb

DirListBox

Dir

HScrollBar

Hsb

FileListBox

Fil

Adode

Ado

Label

Lbl

Frame

Fra

Line

Lin

Data

Dat

ListBox

Lst

DriveListBox

Drv

MMControl

Mmc

TreeView

Trv

MSDataGrid

Dgd

ListView

Lvw

MSFlexGrid

Fgd

ProgessBar

Prb

OptionButton

Opt

Shape

Shp

TextBox

txt

Timer

tmr

 

Tabel 3.1 Contoh Prefiks

 

3.2.2        Message Box

Message Box adalah Form yang digunakan untuk memberi keterangan tentang kejadian yang diterima oleh program. Tidak seperti form–form standar, MessageBox tidak dapat di design. Untuk menggunakan MessageBox tuliskan baris perintah seperti berikut:

MsgBox(Promt+[,Button][,tittle][,helpfile,concext])

 

 

 

Bagian

Keterangan

Promt

Diisi dengan string yang akan dicetak sebagai pesan atau keterangan pada MessageBox. Harus diisi

Button

Diisi angka yang merupakan kontanta dari tombol – tombol yang akan ditampilkan dalam MessageBox. Boleh diisi boleh tidak

Tittle

Diisi dengan string yang akan dicetak pada TittleBar dari MessageBox. Boleh diisi boleh tidak

Helpfile

Diisi dengan string yang berisi keterangan yang akan ditampilkan bila user menekan Help atau F1. Boleh diisi boleh tidak

 

Tabel 3.2 Message box

 

Daftar konstanta yang dimiliki MessageBox yang digunakan untuk menentukan tombol–tombol dan ikon pesan yang ditampilkan.

Nilai

Default

Keterangan

0

vbOKOnly

Menampilkan hanya tombol OK

1

vbOKCancel

Menampilkan tombol OK dan Cancel

2

vbAbortRetryIgnore

Menampilkan tombol Abort, Retry dan Ignore

3

vbYesNoCancel

Menampilkan tombol Yes, No dan Cancel

4

vbYesNo

Menampilkan tombol Yes dan No

5

vbRetryCancel

Menampilkan tombol Retry dan Cancel

16

vbCritical

Critical Message Icon

32

vbQuestion

Question Message Icon

48

vbExclamation

Exclamation Message Icon

64

vbInformation

Information message Icon

0

vbDefaultButton1

Tombol default adalah tombol ke- 1

256

vbDefaultButton2

Tombol default adalah tombol ke- 2

 

Tabel 3.3. Tombol dan ikon Message box

3.2.3        InputBox

InputBox adalah Form yang ditampilkan dan akan menunggu User (pemakai) memasukkan suatu teks, kemudian klik sebuah tombol. seperti MessageBox, InputBox tidak dapat didesign, hanya dapat dipanggil dengan cara menuliskan baris perintah sebagai berikut:

InputBox (Prompt[,tittle][,default][,xpos]

[,ypos][,helpfile,concent])

 

Bagian

Keterangan

Prompt

Diisi dengan string yang akan dicetak sebagai pesan atau keterangan pada InputBox. Harus diisi

Tittle

Diisi dengan string yang akan dicetak pada TittleBar dari InputBox. Boleh diisi boleh tidak

Default

Diisi dengan string yang menjadi teks default. Boleh diisi boleh tidak.

Xpos

Diisi dengan posisi InputBox dari tepi kiri layer. Boleh diisi boleh tidak.

Ypos

Diisi dengan posisi IputBox dari tepi atas layer. Boleh diisi boleh tidak.

Helpfile

Diisi dengan string yang berisi keterangan yang akan ditampilkan bila User menekan tombol Help atau F1.

 

Tabel 3.4 Input box

 

 

 

Gambar 3.3 Proses debug program

 

Biasanya Debug Program digunakan untuk melihat nilai suatu variable atau untuk mengetahui kesalahan suatu kode program. Untuk melakukan proses Debug Program lakukanlah langkah berikut:

1.      Buka jendela kode program (Code Window) dengan cara mengklik View pada MenuBar, lalu klik Code.

2.      Klik baris program tempat proses Debug akan dimulai. Biasanya baris kode yang dipilih berupa awal sebuah prosedur atau fungsi.

3.      Klik Debug pada MenuBar, lalu klik Toogle Breakpoint, sehingga baris kode program akan diberi warna latar belakang merah.

4.      Blok salah satu nama variable yang akan ditambahkan pada Watch Window.

5.      Klik Debug pada menu bar, lalu klik Add Watch, sehingga muncul jendela Add Watch.

6.      Klik tombol OK pada jendela Add Watch.

7.      Klik Run pada menu bar, lalu klik Start untuk menjalankan aplikasi yang dibuat.

8.      Klik View pada menu bar, lalu klik Local Window untuk menampilkan window Local Window.

9.      Klik View pada menu bar, lalu klik Watch Windows untuk menampilkan Watch Window.

10.  Lakukan sesuatu terhadap sebuah objek dalam Form aplikasi untuk memulai proses Debug

11.  Tekan tombol F8 pada keybord untuk melajutkan proses Debug. Lakukan proses ini berulang–ulang hingga proses debug selesai.

12.  Setiap melakukan proses 11, amati perubahan yang terjadi dalam Local Window dan Watch Window. Perubahan nilai yang dimiliki sebuah variable akan terlihat pada Watch Window.

13.  Proses Debug akan berhenti ketika sudah mencapai akhir sebuah prosedur atau fungsi (biasanya ditandai dengan kata “End Sub” atau “End Function”).

14.  Proses Debug juga dapat terhenti ketika langkah 7 dilakukan sekali lagi, sebelum langkah 13 tercapai.

 

 

3.2.4        Variabel

Variabel adalah suatu tempat di memory komputer yang mempunyai nama dan digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara suatu nilai. Dalam penamaan sebuah variabel perlu diperhatikan syarat – syarat yang sudah ditentukan oleh Visual Basic 6.0

Syarat – syarat penamaan variabel:

1.      Tidak dimulai dengan angka atau simbol

2.      Tidak lebih dari 255 karakter. Jika lebih dari 255 karakter yang menjadi nama variabel adalah 40 karakter pertama.

3.      Tidak boleh sama dengan statemen – statemen atau lingkup visual basic (Until, Date, Select dan lain - lain)

4.      Tidak menggunakan spasi, tapi menggunakan garis bawah “_” untuk pemisah.

5.      Tidak menggunakan karakter khusus yang digunakan sebagai operator, misalnya: +,-, *, /, koma dan lain – lain.

 

3.2.4.1  Pendeklarasian Variabel

Sebuah variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum menulis baris – baris perintah.

 

3.2.4.2  Struktur penulisan variable:

<KataKunci> <NamaVariabel> As <TipeData>

Sedangkan kata kunci yang ada pada visual basic adalah sebagai berikut:

Kata Kunci

Penggunaan

Static

Berlaku pada level prosedur

Dim

Berlaku pada level prosedur dan modul

Private

Berlaku pada level modul/form

Public

Berlaku pada level modul dan aplikasi

Global

Berlaku pada level modul dan aplikasi

 

Tabel 3.5 Kata kunci pada variabel

3.2.4.3  Ruang Lingkup Variabel

Ruang lingkup variabel digolongkan menjadi tiga macam yaitu:

1.      Variabel untuk sebuah prosedur

Pendeklarasian pada ruang lingkup ini, variabel hanya dikenali dan digunakan oleh prosedur dimana tempat variable itu dideklarasikan. Statemen atau kata kunci yang digunakan adalah Static atau Dim. Static digunakan untuk pendeklerasian suatu variabel yang tidak akan berubah nilainya.

2.      Variabel untuk sebuah modul

Pendeklarasian pada ruang lingkup ini, variable akan dapat dikenali dan dapat digunakan oleh semua prosedur ditempat variable ini dideklarasikan. Statemen atau kata kunci yang digunakan adalah Dim atau Private.

3.      Variabel untuk semua modul

Pendeklarasian pada ruang lingkup ini variable akan dapat dikenali dan dapat digunakan oleh semua modulsekaligus semua prosedur di tempat pendeklarasian. Statemen atau kata kunci yang digunakan adalah Public.

 

3.2.4.4  Suffic untuk Variabel

Suffic adalah karakter tambahan yang diimbuhkan pada akhir nama sebuah variabel. Suffic menerangkan tipe data dari variabel tersebut. Jika sudah menggunakan Suffic maka tidak diizinkan untuk menuliskan tipe daya dari variabel tersebut (As TipeData), karena Suffic ini sudah merupakan pendeklarasian tipe data. Akan tetapi tidak semua tipe data memiliki Suffic. Berikut contoh Suffic suatu tipedata.

 

 

 

 

 

 

Contoh Suffic:

Suffic

Tipe Data

$

String

%

Integer

&

Long

@

Currency

!

Single

#

Double

 

Tabel 3.6 Contoh suffic

 

3.2.5        Tipe Data

Visual Basic 6.0 menyediakan beberapa tipe data standart yang dapat digunakan dalam pembuatan program aplikasi. Masing–masing tipe data mempunyai ukuran memori dan daya tampung nilai yang berbeda–beda. Berikut ini adalah tipe data pada Visual Basic 6.0.

Contoh macam-macam tipe data:

Tipe Data

Ukuran

Jangkauan

Byte

1 byte

0 s/d 255

Boolean

2 byte

True (benar ) atau False (salah)

Integer

2 byte

-32,768 s/d 32,767

Long (Long Integer)

4 byte

-2,147,483,648 s/d 2,147,482,647

Single

4 byte

-3.402823 E38 s/d -1.401298 E-45

1.401298 E-45 s/d 3.502823 E38

Double

8 byte

-1.79769313486232 E308 s/d

4.94065645841247 E-324(-);

-1.79769313486232 E308 s/d

4.94065645841247 E-324(+)

Currency

8 byte

-922,337,203,685,477.5808 s/d

922,337,203,685,477.5808 s/d

Decimal

14 byte

±79,228,162,514,264,337,593,543,950,335 tanpa titik decimal;

7.922816251426433759354390335 dengan 28 angka di belakang titik decimal

Date (tanggal)

8 byte

Mulai tanggal 1 Januari 100 s/a 31 Des 9999

Object

4 byte

Mengacu pada Objek yang digunakan

String

(panjang bervariasi)

10 byte + panjang string

0 hingga kurang lebih 2 milyar

String

(panjang tetap)

Panjang string

1 hingga kurang lebih 65,400

Variant

(dengan angka)

16 byte

Sembarang angka hingga jangkauan jenis Double

Variant

(dengan karakter)

22 byte + panjang string

Sama dengan jangkauan variable strring

User-defined (ditetapkan oleh pemakai)

Sesuai dengan tipe data yang digunakan

Jangkauan tiap elemene sama dengan jangkauan tipe data yang digunakan pada elemen tersebut

 

Tabel 3.7 Macam-macam Tipe data

 

 

 

 

 

3.2.6        Operator

Ada empat jenis operator yang dimiliki oleh Visual Basic

1.      Operator Penegasan

Operator penagasan digunakan untuk mentukan nilai yang dimiliki sebuah variabel atau untuk memasukkan nilai suatu variabel kedalam variabel lainnya. Simbol yang digunakan sebagai operator penegasan adalah tanda sama dengan “=”.

2.      Opretor Aritmatika

Operator aritmatika digunakan untuk operasi matematika. Beberapa macam operator aritmatika mulai dari urutan tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut:

Operator

Keterangan

^

Pangkat

-

Tanda negative

* dan /

Perkalian dan pembagian

\

Pembagian bulat (Integer)

Mod

Sisa pembagian (modulus)

+ dan -

Penambahan dan pengurangan

+ dan Ô

Penggabungan string

 

Tabel 3.8 Operator Aritmatika

 

3.      Operator Perbandingan

Operator perbandingan digunakan untuk membandingakan suatu nilai atau ekspresi dengan nilai atau ekspresi yang lain dan menghasilkan nilai logika (Boolean) benar (True) atau salah (False). Dua data yang dibandingkan harus memiliki tipe data yang sama. Berikut ini adalah operator yang termasuk dalam operator perbandingan:

 

Operator

Keterangan

=

Sama dengan

<> 

Tidak sama dengan

Lebih kecil dari

Lebih besar dari

<=

Lebih kecil atau sama dengan

>=

Lebih besar atau sama dengan

Like

Mempunyai cirri yang sesuai

Is

Sama referensi objek

 

Tabel 3.9 Operator perbandingan

 

4.      Operator Logika

Operator logika digunakan untuk mengolah nilai atau ekspresi yang memiliki tipe data Boolean. Hasil dari operasi logika adalah sebuah nilai yang bertipe Boolean. Berikut ini adalah operator yang termasuk dalam operasi logika:

 

Operator

Keterangan

Not

Tidak

And

Dan

Or

Atau

Xor

Eksklusif atau (or)

Eqv

Ekivalen (sebanding)

Imp

Implikasi

 

Tabel 3.10 Operator logika

 

 

 

3.2.7        Struktur Program

1.      If … Then

Struktur ini digunakan untuk menjalankan suatu atau beberapa perintah bila suatu kondisi terpenuhi. Bentuk umum penulisan If … Then yaitu:

                        If Kondisi Then [Perintah}

Atau

                        If kondisi Then

               [perintah]

                             [Perintah]

[Perintah]

          End If

Bentuk If … Then pertama disebut sebaris karena semua  perintah ditulis dalam satu baris. Bentuk ini tidak menggunakan statemen penutup End If. Sedangkan bentuk kedua adalah bentuk multi baris dan harus menggunakan statemen penutup End If.

 

2.      If … Then … Else

Struktur ini adalah pengembangan dari If … Then. Hanya saja, disini ada banyak pilihan kondisi untuk dikerjakan. Bila kondisi pertama benar, maka kerjakan perintah pertama. Bila kondisi pertama salah, maka periksa kondisi berikutnya dan seterusnya.

If kondisi Then

               [perintah]

                             [Perintah]

[Perintah]

          Else

[Perintah]

End If

 

3.      Select Case

Struktur ini meruapakan alternatif pengganti If ,,, Then … Else. Select Case mempunyai penulisan dan pembacaan yang lebih mudah sehingga penulisan bisa lebih efisien. Bentuk umum dari penulisan Select Case adalah:

 

     Select Case Kondisi

     Case ? Case Is = Ekspresi 1

          [Perintah]

          [Perintah]

 

     Case ? Case Is = Ekspresi 2

          [Perintah]

          [Perintah]

     Case Else

          [Perintah]

          [Perintah]

     End Select

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

   

Indeks  

   
© ALLROUNDER